Fatwa Fiqih

FATWA-FATWA YANG BERKAITAN DENGAN SHALAT (4)

4. Soal : Seseorang masuk masjid untuk menunaikan shalat isya, kemudian dia teringat bahwa belum shalat maghrib, maka apakah yang selayaknya dia perbuat ?

Jawab:
Apabila engkau masuk masjid dan shalat isya telah ditegakkan, kemudian engkau teringat bahwasanya engkau belum shalat maghrib, maka engkau masuk shalat bersama jama’ah dengan niat shalat maghrib (ikut jama’ah shalat isya tapi dengan niat shalat maghrib). Apabila imam berdiri pada rakaat ke-4, maka engkau duduk pada rakaat yang ke-3, sembari menunggu imam (selesai dari rakaat yang ke-4), kemudian salam bersama imam.

Boleh pula pada rakaat yang ke-3, engkau salam, kemudian engkau masuk menyusul bersama imam dari apa yang tersisa yang dilakukan oleh imam dan jama’ah dari shalat isya, dan tidak mengapa ada perbedaan niat antara imam dan makmum menurut pendapat yang shahih dari pendapat Ahlul Ilmi¹.

Jikalau seandainya engkau shalat maghrib sendirian saja, kemudian setelah itu engkau ikut shalat bersama jama’ah sesuai dengan apa yang engkau dapati dari shalat isya (yang tersisa dilakukan oleh imam dan jama’ah, maka itupun tidak mengapa).

(فتاوى أركان الإسلام س:٢٠٨)

Catatan Kaki :
  1. Berdasarkan hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu, yang diriwayatkan Imam Bukhari (705), Muslim (465).
  2. Dari fatwa Asy-Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah di atas, bisa kita simpulkan masalah tersebut menjadi tiga solusi yang kita bisa melakukan salah satunya ketika menjumpai hal demikian:
    A) Ikut shalat isya dengan jama’ah yang ada, kendatipun kita belum shalat maghrib, dengan niat yang berbeda kala itu, kita berniat shalat maghrib, adapun imam dan jama’ahnya berniat shalat isya, lalu apabila sudah sampai pada rakaat ke-3, kita duduk menunggu imam yang bangkit beserta jama’ahnya melakukan rakaat yang ke-4. Tatkala imam dan jama’ahnya tasyahud pada akhir rakaat ke-4, kitapun ikut bertasyahud dan salam bersama imam, dengan demikian kita melakukan shalat maghrib 3 rakaat, sedangkan imam dan jama’ahnya melakukan shalat isya 4 rakaat.
    B) Tatkala sampai pada rakaat ke-3, kita tasyahud dan salam menyelesaikan shalat maghrib, lalu bangkit atau mengikuti apa yang tersisa dari gerakan imam yang masih melakukan shalat isya, selama imam dan jama’ahnya belum salam. Tatkala imam dan jama’ahnya salam, kita berdiri menyempurnakan shalat isya, yang kemungkinan tersisa 3 rakaat jika masih mendapatkan 1 rakaat bersama imam, atau 4 rakaat jika tidak mendapatkan rakaat/rukuk bersama imam.
    C) Boleh juga ketika kita mendapati imam dan jama’ahnya hendak melakukan shalat isya, kita shalat maghrib terlebih dahulu, sendirian atau bersama yang lain jika ada yang sama-sama belum shalat maghrib, lalu pada rakaat yang ke-3 salam. Setelah itu baru masuk untuk shalat isya mengikuti gerakan yang tersisa dari imam dan jama’ahnya yang sedang shalat isya, tatkala mereka salam, kita berdiri menyempurnakan shalat isya sesuai dengan kekurangannya.

والله أعلم بالصواب

Alih Bahasa : Al-Ustadz Abu Ubaidah Abdurrahman hafizhahullah
(Mudir Ma’had Darul Hadits Annajiyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *