Fatwa Fiqih

FATWA-FATWA YANG BERKAITAN DENGAN SHALAT (3)

3. Soal: Apakah gugur urutan (boleh untuk tidak berurutan) ketika mengkodho shalat -shalat yang luput disebabkan karena lupa atau tidak tahu?

Jawab:
Masalah ini menjadi perselisihan (ditengah-tengah para ulama),dan yang benar bahwasanya jika demikian hal itu (dilakukan secara berurutan) gugur.

Dalilnya keumuman Firman Allah ta’ala :

{ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا}

“Wahai Rabb kami, janganlah engkau hukum kami ketika kami lupa atau keliru(tidak sengaja)”. (Al-baqarah :286)

Dan juga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

         (إن الله تجاوز لي عن أمتي الخظأ والنسيان وما استكرهوا عليه)

“Sesungguhnya Allah mengampuni ummatku dari kekeliruan (tidak sengaja), lupa, serta apabila mereka dipaksa (untuk melakukan suatu perkara yang tercela) .
HR : Ibnu majah (2045) dan Al-baihaqi (7/356-357) dari Abdullah bin abbas radhiyallahu anhu. (Hadits dishahihkan oleh syaikh al-albani rahimahullah)

                        ( فتاوى أركان الإسلام (س:٢٠٧

Keterangan :
Apabila seseorang hendak mengqodho shalat yang terluputkan karena safar, pingsan,sakit, atau yang lainnya dari sebab-sebab syar’i sehingga dia tidak mengerjakan beberapa shalat wajib, kemudian tatkala hendak mengqodhonya dia lupa urutannya, maka boleh dikerjakan tanpa berurutan diantara shalat-shalat wajib tersebut.

والله أعلم

Alih Bahasa : Al-Ustadz Abu Ubaidah Abdurrahman hafizhahullah
(Mudir Ma’had Darul Hadits Annajiyah)