Fatwa Fiqih Fiqih Wanita

FATWA-FATWA YANG BERKAITAN DENGAN SHALAT (6)

6. Soal: Apa hukum seorang wanita mengenakan pakaian yang terdapat belahan-belahan baik di depan, samping ataupun tengah yang bisa menyingkap sebagian dari betisnya dan mereka beralasan memakai pakaian tersebut ketika berada di tengah-tengah wanita saja ?

Jawab :

Yang saya pandang bahwasanya wajib bagi seorang wanita mengenakan pakaian yang dapat menutupi dirinya.

Sungguh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah telah menyebutkan bahwa para wanita di masa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, nyatanya mereka memakai jubah-jubah atau pakaian panjang yang sampai menutupi kedua mata kaki dari ujung kedua kakinya serta menutupi kedua telapak tangan pada kedua tangannya. 

(مجموع الفتاوى:٢٢/١١٨)

Dan tidak diragukan bahwasanya belahan-belahan yang diisyaratkan oleh sang penanya, dapat menyingkap betis bahkan perkaranya terkadang lebih dari itu, sampai bisa nampak apa yang ada di atas betisnya sehingga wajib bagi seorang wanita untuk memiliki rasa malu serta memakai seluruh apa yang bisa ia pakai, yang itu lebih bisa menutupi dirinya agar ia tidak termasuk dalam golongan yang disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Dua kelompok yang termasuk dari penghuni neraka yang sebelumnya aku belum pernah melihat kedua kelompok tersebut, yaitu: suatu kaum yang mereka memiliki cambuk seperti ekor-ekor sapi yang dengannya mereka pukuli manusia dan para wanita yang berpakaian namun telanjang (transparan) berlenggak-lenggok dalam berjalan, kepala kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang memiliki leher panjang dan miring, mereka tidak akan memasuki Jannah (surga) dan tidak akan pernah mencium aromanya, padahal aroma surga dapat tercium dari jarak sekian dan  sekian (HR. Muslim: 2128). 

فتاوى أركان الإسلام – ٢١١

والله أعلم
Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Ubaidah Abdurrahman hafizhahullah 
(Mudir Ma’had Darul Hadits An-Najiyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *