Nasihat & Faedah

MENINGGALKAN AL QUR’AN

Sebagai kitab suci umat Islam, kaum muslimin memberikan perhatian yang lebih terhadap Al Qur’an. Walhamdulillah.

Begitu sayangnya dengan Al Qur’an, sampai-sampai ia selalu letakkan dalam lemari. Diambil untuk dibersihkan dari lapisan debu yang menyelimuti.
Dia cinta Al Qur’an, tak rela jika Al Qur’an di hinakan. Bahkan, marah jika negaranya tidak berhukum dengan hukum Al Qur’an.

Ets, tunggu dulu deh kawan. Kepedulian mu membersihkan Al Qur’an tidaklah salah. Sikapmu yang marah kala Al Qur’an di hinakan itu benar.

Namun pertanyaannya, ” Sudahkah kita sendiri berbuat baik terhadap Al Qur’an dengan semaksimal mungkin atau termasuk orang-orang yang mengabaikan atau meninggalkan Al-Qur’an ?”

Dimana sikap mengabaikan dan meninggalkan Al Qur’an ternyata bermacam-macam.

Yang pertama, tidak mendengarkan Al Qur’an dan tidak yakin terhadapnya serta tidak memperhatikannya.

Jangankan baca, dengerin aja gak pernah. Nas’alulloh assalamata wal ‘afiyah.

Yang kedua, dia membaca Al Qur’an bahkan beriman denganya. Tapi dia tidak mengamalkan isi kandungannya.

Apapun yang ia mau, dia akan lakukan. Segala yang dia sukai kan ia terjang tanpa segan. Tanpa melihat hukum halal dan haram dalam Al Qur’an. Semuanya demi memenuhi hasrat dan keinginan.

Yang ketiga, meninggalkan Al Qur’an dalam bentuk tidak berhukum dengannya, baik dalam masalah ushul (pokok) maupun furu’ (cabang) dalam agama.

Yang keempat, tidak memahami dan mentadzaburi Al Qur’an

Yang kelima, dia tidak berobat dengan Al Qur’an pada penyakit-penyakit hatinya. Dia mencari obat sakitnya dari yang lain dan meninggalkan pengobatan dengan Al Qur’an.

Demikianlah sebagian sikap dalam meninggalkan dan mengabaikan Al Qur’an. Walaupun sebagiannya lebih ringan dari yang lain. Namun, hal ini semuanya termasuk dalam firman Allah,

( وقال الرسول يٰرب إن قومي اتخذوا هذا القرآن مهجورا ( الفرقان : ٣٠

“Dan Rasul (Nabi Muhammad) mengatakan ‘Wahai Rabbku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al Qur’an ini di abaikan” [ Qs. Al Furqon : 30 ]

Maka semoga dengan bulan yang mulia ini, kita bisa kembali meraih mushaf-mushaf kita. Menghiasi Al Qur’an dengan indahnya lantunan suara. Bukan dengan omongan dan pengakuan saja.

Wabillahit taufiq.

Disarikan dari kitab fawaidul fawaid milik Ibnul Qoyyim. halaman : 97. cetakan Ibnul Jauzi
Oleh: Abu Falih Qolun hafidzahullah
Ma'had Darul Hadits An najiyah Setu
Kp. Cikedokan Rt 001 Rw 002 Desa Cibening, Setu, Bekasi, Jawa Barat 17320

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.