Khotbah Nasihat & Faedah

KHUTBAH SHALAT IDUL FITRI 1443H – INTROPEKSI DIRI MENUJU INSAN YANG LEBIH BAIK

 ِبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم.

Assalamualaikum warahmahtullahi wabarakatuh

… ( ba´da khutbatul hajah )

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر ولله حمد

“Ayyuhal Muslimun jama´ah sholat ied yang dimuliakan Allah Azza wa Jalla ..

Tentunya tiada terasa, rasanya kita baru kemarin menyongsong dan menyambut bulan ramadhan, tetapi ternyata dihari ini kita berada dipenghujung ramadhan…

Kita dapat melewati ramadhan dan memasuki syawwal, ini semua tiada lain menunjukkan nikmat Allah yang sangat besar kepada kita, kita merasa perputaran kehidupan dunia ini sangat cepat karna dialah Allah Subhanahu wata´ala,

يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ

Memutarkan siang dan malam, memasukkan siang dan malam dengan cepat. Pergantian hari demi hari waktu demi waktu, tahun demi tahun, seraya cepat begitu kilat, maka ayyuhal muslimun ibadallah, sementara apa yang telah kita lakukan dibulan ramadhan kemarin.. ? sementara apa yang telah kita lakukan dari amalan ketaatan kepada Allah dibulan yang penuh keutamaan .. ?

Dibulan yg penuh kemuliaan,..
Dibulan yg Allah sediakan berbagai macam keutamaan dan pahala, maka jikalau kebaikannya telah kita kedepankan ..
jikalau ketaatannya kita lakukan..
jikalau taqorrub dan kita telah berupaya sekuat hati, sekuat tenaga dalam mencurahkan tenaga dan harta kita untuk ketaatan kepada Allah …
Rahmatillah Azza wajalla..
Rahmatillah Azza wajalla..
maka pujilah Allah Subhanahu wata´ala.

Memujilah engkau kepada Allah ! Zat yang telah membantu engkau, menolong engkau, memberikan kesehatan dan kekuatan kepada engkau, untuk menyongsong ramadhan itu diatas segala ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, Allah Subhanahu wa ta’ala :

قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُواْ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

Katakanlah : dengan karunia dan rahmat Allah kalian patut untuk berbahagia dengannya, ketika ditolong dan diberikan kekuatan kesempatan oleh Allah Subhanahu wata´ala untuk menyongsong dan meraih keutamaan-keutamaan dibulan ramadhan tersebut.

Namun Ayyuhal muslimun ibadallah rahimani warahimakumullah sidang sholat Ied yang dimuliakan Allah Azza wa Jalla, ketika engkau melihat kekurangan, ketika engkau melihat dari hal-hal yg harus engkau perbaiki, harus kita menjadi lebih baik maka hendaklah kita bertobat kepada Allah.

Kita lipat apa yang kita lakukan pada ramadhan kemarin, kita mulai hidup baru di syawwal dan bulan2 kedepan dengan kehidupan yang lebih baik.

Dan penuh bertobat kepada Allah dari kekurangan kekurangan yang ada yang telah kita lakukan, yg tentunya taubat tiada lain menjadi orang yg lebih baik, lebih maju, lebih ta´at dan lebih mendekatkan dirinya kepada Allah Subhanahu wa ta´ala,

لا تقنطوا من رحمة الله

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا

Wahai hambaku (Allah Subhanahu wata´ala), yang mereka melampaui batasan terhadap dirinya jangan putus asa dari rahmat Allah (jangan kecil hati dari rahmat Allah), penyesalan-penyesalan yg mungkin engkau lakukan dibulan ramadhan kemarin. Jangan engkau kecil hati dari rahmat Allah, jangan malah merasa putus asa dari rahmat Allah subhanahu wa ta´ala, mintalah kepada Allah attaufiq wassyaddat, jalan yang lurus, kebenaran, taufiiq, untuk kita bisa menyongsong ketaatan-ketaatan dibulan-bulan berikutnya, karena Allah Subhanahuwata´ala yaghfiru dzunuuba jamii´a, mengampuni segala dosa, bagi orang yang bertobat dan kembali kepada Allah subhanahu wa ta´ala.

Ayyuhal muslimun ibadallah rahimanikumullah, dikarenakan tiada lain dan tiada bukan Allah Subhanahu wata´ala menciptakan kita tiada lain untuk tugas yang mulia, untuk misi yang agung yaitu untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta´ala, di QS, Adzariyat : 56, Allah Subhanahu wa ta´ala firmankan,

{ وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ }

“Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaku..”

Apa tujuan hidup kita ayyuhal muslimuun…? Apakah kita hidup hanya untuk bersenang-senang ? makan minum kemudian mati menjadi tanah dan tidak dibangkitkan lagi ? tidak seperti itu ayyuhal muslimun ibadallah.

Tapi Allah Subhanahu wa ta´ala ciptakan kita Allah bekali kita dengan harta dengan tenaga dan dengan fasilitas yang lain, tiada lain untuk kita menjadi orang-orang yg utama disisi Allah, untuk menjadi orang-orang yg terkenal disisi Allah, menjadi orang-orang yang masyhur disisi Allah, menjadi orang-orang yg memiliki kedudukan yg tinggi disisi Allah, karena kita hidup bukan hanya sekedar hidup untuk kemudian mati.

Maka dari itu kesempatan hidup, kesempatan ibadah dunia yang merupakan mazraatul akhirah, tempat kita untuk bercocok tanam bagi akhirat kelak nanti, manfaatkan sebaik mungkin. Umur yang telah Allah berikan, harta telah Allah berikan, kesempatan telah Allah berikan, kesehatan telah Allah berikan, itu tiada lain menuntut syukur kita, ketundukan kita kepada dzat yg telah memberikan segala kenikmatan itu dengan kita menundukkan diri sepenuh hati kepada Allah Subhanahu wa ta´ala dalam beribadah kepadanya.

Demikian pula tidaklah Allah Subhanahu wa ta´ala mengutus para Rasulnya, melainkan untuk tujuan yg agung ini yaitu untuk kita beribadah kepada Allah Subhanahu wata´ala, ketaatan kita kepada Allah Subhanahu wa ta´ala, Allah firmankan di QS, Al-Anbiya; 25 :

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Kami utus sebelum engkau (wahai Muhammad) dari para Rasul melainkan semua mereka diwahyukan kepada mereka untuk beribadah kepadaKu ..”

Demikian pula di QS, An-Nahl; 36, Allah firmankan :

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah thagut”

Demikian pula di QS, Al-Isra; 23, Allah firmankan,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاه

“Dan Allah mewasiatkan kepada kalian untuk tidaklah kalian beribadah kecuali hanya kepada Allah”

Demikan pula di QS, An-Nisa; 36, Allah firmankan,

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

“Dan beribadahlah kalian kepada Allah dan jangan kalian menyekutukannya.”

Itulah tujuan kita hidup Ayyuhal muslimun ibadallah, itulah Allah memberikan kesempatan hidup umur, waktu, nafas kepada kita tiada lain nafas kita untuk beribadah kepada Allah, sehingga detik-detik aliran nafas kita bermanfaat dan bernilai ibadah disisi Allah Subhanahu wa ta´ala, senantiasa basah dalam mengingat Allah Subhanahu wa ta´ala.

Ayyuhal muslimun ibadallah rahimanikumullah wabarakallahifiykum

الله أكبر. الله أكبر. الله أكبر ولله الحمد

Maka ketahuilah sesungguhnya beribadah kepada Allah adalah sesuatu yang tiada henti, beribadah kepada Allah tidak mengenal waktu, ketaatan kepada Allah tidak terbatas,  Allah Subhanahu wa ta´ala di ibadahi sepanjang masa, sepanjang hayat, sepanjang ruh kita ada dibadan kita, selama kematian belum menjemput kita, kewajiban kita ialah beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta´ala, QS, Al-Hijr; 99 Allah firmankan,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Beribadahlah engkau kepada Rabbmu sampai datangnya Al Yaqin (kematian)”

Itulah Akhir ibadah kita, itulah akhir ketaatan kita, sehingga selama kita masih diberikan kesempatan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala wajib kita manfaatkan, sebelum datang penyesalan-penyesalan kepada kita, yakni kita dihadapkan kepada kematian, ketika datang kepada kita Malakul Mauut, berkata kepada kita hendak mencabut nyawa kita, menarik nyawa kita. Yang apabila datang maka tidak ada lagi kesempatan bagi kita.

Ayyuhal muslimun ibadallah, yang ada tinggal penyesalan untuk apa umur yg panjang yang telah saya miliki. untuk apa kesehatan yang telah saya miliki, untuk apa kesempatan yang berikan kepada saya. Hanya penyesalan yang ada dikala itu. maka ia meminta kepada Allah Subhanahu wa ta’ala :

 رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ

“Wahai Rabbku kembalikan aku kedunia sejenak saja aku akan beramal shalih yang dahulu tidak aku lakukan…”

Namun tidak bisa ayyuhal muslimun ibadallah, kesempatan sudah berhenti…

kemudian ia meminta kembali kepada Allah Subhanahu wa ta’ala :

لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ

“Kalau seandainya Engkau tangguhkan kematian ini sejenak saja Ya Allah, aku akan bersedekah aku akan berbuat ta´at”

Maka kesempatan masih ada, ayyuhal muslimun masih ada waktu dihadapan kita, manfaatkan sebaik mungkin, jangan sia-siakan hidup kita, jangan jadikan hidup kita tiada arti, semua kita akan meraih kedudukan dan pangkat disisi Allah Subhanahu wa ta´ala. Pangkat & kedudukan didunia ini tiada arti, jikalau tidak berpangkat dan berkedudukan disisi Allah subhanahu wata´ala.

Ayyuhal musliman ibadallah rahimani wa rahimakumullah wabaarakallohufiykum

الله أكبر. الله أكبر. الله أكبر ولله الحمد

Dan tentunya tak luput terhadap apa yg telah kita kerjakan selama bulan ramadhan, kita memohon kepada Allah Subhanahu wa ta´ala, supaya di terima amal ibadah & ketaatan yg kita lakukan. Karena diterimanya amalan-amalan kita meskipun sedikit, itu lebih baik ketimbang banyak beramal tapi tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa ta´ala dan tentunya lebih baik lagi tatkala kita banyak beramal dan seluruhnya diterima oleh Allah Subhanahu wa ta´ala. maka dari itu kita memohon dengan segala kerendahan hati kepada Allah Subhanahu wa ta´ala agar ibadah kita, ketaatan-ketaatan kita, qiraah kita, bacaan alqur´an kita, puasa kita, sholat kita, demikian pula infaq shodaqoh kita, dan berbagai macam kebaikan yg kita lakukan, diterima oleh Allah Subhanahu wa ta´ala. Demikian Para Nabi dan Rasul, manusia-manusia utama, mereka Alaihimus Sholatu Wassalam tidak luput dan tidak lupa untuk meminta kepada Allah Subhanahu wa ta’ala diterima amalannya disisi Allah. lalu bagaimana dengan kita…? siapa kita, siapa mereka …?.

Maka kita janganlah lupa untuk meminta agar diterima amalan-amalan kita kepada Allah Subhanahu wa ta´ala.  Nabi Ibrahim Alaihi Sholatu Wassalam seusai meletakkan batu ka´bah beliau memohon kepada Allah untuk di terima amalan-amalannya, ketaatan-ketaatannya.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Meminta Beliau kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, “Yaa Allah terimalah dari kami karena Engkau maha mendengar maha mengetahui.”

Beliau mengatakan pula dalam ayat yg lain sebagaimana Allah Subhanahu wa ta’ala firmankan,

رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

“Wahai Rabbku jadikanlah aku dan keturunanku orang-orang yang menegakkan shalat, sungguh Engkau Ya Allah maha menerima Doa”

Nabi shallalahu alaihi wa sallam ketahui setelah menyembelih di idul adha beliau mengatakan..

اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ, وَمِنْ أُمّةِ مُحَمَّدٍ

“Ya Allah terimalah dari Muhammad, terimalah dari keluarga Muhammad, terimalah dari umat Muhammad”

Karena itulah pentingnya kita untuk memohon agar amalan-amalan kita itu bermanfaat diterima oleh Allah Subhanahu wa ta´ala, sehingga yang sedikit membawa manfaat dan tentunya lebih baik disisi Allah Subhanahu wa ta´ala

اللهم صل على محمد وعلى اله وصحبه اجمعين
رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِىٓ أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
للهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا و طَاعَتِنا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيم
ربَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اجمَعِين
وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

📝tim redaksi

https://t.me/mahadkita/1865

📝🔈Transkrip Audio khutbah Idul Fitri,
1 syawwal 1443 H /2 mei 2022M
🎙Pemateri ;
Al-Ustadz Abu Ubaidah Abdurrohman Hafizhahullah
🏞 Tempat :
Lapangan Pasir Limus-Cikarang.
🎛 Penyelenggara :
Panitia Penyelnggara Idul Fitri Masjid Al-Munawar Pasir limus .
——————————————————
Turut Menyebarkan: @mahadkita
https://t.me/mahadkita
🌐web resmi mahad :
https://darulhaditsbekasi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.