Nasihat & Faedah

PELIPUR LARA DIKALA DATANGNYA BULAN MULIA

Sedih rasanya hati ini, bulan Ramadhan tiba, namun hati terasa hampa, tak bisa lagi shalat tarawih bersama, tak bisa memakmurkan masjid seperti biasanya, tak bisa berkumpul bareng bersama handaitolan di kampung sana.

Demikianlah kurang lebih isi curahan hati seorang muslim diawal datangnya bulan yang mulia.

Rasa gundah-gulana menghinggapi kebanyakan kaum muslim diseluruh antero. Dikarenakan sebuah ujian yang melanda. Kini semua harus Ia jalani sendiri, merelakan amalan yang biasa dikerjakan secara bersama.

Shalat tarawih berjamaah, buka bersama bareng teman-teman seperjuangan, i’tikaf, kini hanya menjadi sebuah cerita, serta harapan, semoga semua ini segera berakhir, serta bisa kembali lagi sedia dulu kala.

Pembaca yang semoga selalu dalam penjagaan Allah ta’ala.
Jika kita flash back melihat sejarah asal mula adanya shalat tarawih, mungkin akan sedikit menjadi pelipur lara.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam beliau melakukan shalat tarawih bersama para sahabatnya hanya sekitar tiga atau empat kali saja, selebihnya beliau lakukan sendirian, bersama keluarganya, atau beberapa sahabatnya saja. Hal ini berdasarkan hadits

عَنْ عَائِشَةَ زوج النبي صلى الله عليه وسلم أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي الْمَسْجِدِ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَصَلَّى بِصَلَاتِهِ نَاسٌ ثُمَّ صَلَّى مِنْ الْقَابِلَةِ فَكَثُرَ النَّاسُ ثُمَّ اجْتَمَعُوا مِنْ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ أَوْ الرَّابِعَةِ فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ فَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنْ الْخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ

Dari Aisyah istri Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat (tarawih) di masjid pada suatu malam mengimami manusia. Malam berikutnya, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam kembali shalat tarawih dan didapati jamaahnya semakin bertambah. Pada malam ketiga atau keempat, jamaah telah berkumpul, tetapi Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam tidak keluar rumah. Ketika pagi hari Rasulullah mengatakan, “Aku melihat apa yang kalian perbuat. Tidak ada yang menghalangiku untuk keluar menemui kalian melainkan aku khawatir kalian akan menganggap (shalat tarawih) diwajibkan atas kalian,”(HR. Bukhari nomor 1129 dan Muslim nomor 761)

Dari hadits di atas dapat diambil pelajaran tentang kasih sayang beliau kepada umatnya, beliau tidak ingin memberat-beratkan umatnya. Juga bisa menjadi pelipur lara bahwa tidak hanya kita saja yang menunaikan shalat tarawih di rumah, namun beliau juga melakukannya.

Para pembaca yang semoga dirahmati Allah ta’ala

Pada masa khalifah Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu beliau berinisiatif mengumpulkan manusia untuk melakukan shalat secara berjamaah, sebagaimana dalam riwayat.

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدٍ الْقَارِيِّ أَنَّهُ قَالَ: خَرَجْتُ مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ لَيْلَةً فِي رَمَضَانَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَإِذَا النَّاسُ أَوْزَاعٌ مُتَفَرِّقُونَ يُصَلِّي الرَّجُلُ لِنَفْسِهِ وَيُصَلِّي الرَّجُلُ فَيُصَلِّي بِصَلَاتِهِ الرَّهْطُ فَقَالَ عُمَرُ إِنِّي أَرَى لَوْ جَمَعْتُ هَؤُلَاءِ عَلَى قَارِئٍ وَاحِدٍ لَكَانَ أَمْثَلَ ثُمَّ عَزَمَ فَجَمَعَهُمْ عَلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ ثُمَّ خَرَجْتُ مَعَهُ لَيْلَةً أُخْرَى وَالنَّاسُ يُصَلُّونَ بِصَلاَةِ قَارِئِهِمْ قَالَ عُمَرُ نِعْمَ الْبِدْعَةُ هَذِهِ

Dari Abdirrahman bin Abdil Qari, beliau berkata: “Saya keluar bersama Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu ke masjid pada bulan Ramadhan. (Didapati) orang yang shalat tarawih berbeda-beda, ada yang shalat sendiri-sendiri dan ada juga yang shalat berjamaah bersama beberapa orang. Umar berkata: “Saya punya pendapat, andai mereka aku kumpulkan dalam jamaah satu imam, niscaya itu lebih bagus.” Lalu beliau mengumpulkan kepada mereka dengan seorang imam, yakni sahabat Ubay bin Ka’ab. Kemudian satu malam berikutnya, kami datang lagi ke masjid. Orang-orang sudah melaksanakan shalat tarawih dengan berjamaah di belakang satu imam. Umar berkata, ‘Sebaik-baiknya bid’ah adalah ini (shalat tarawih dengan berjamaah), (HR Bukhari nomor 2010)

Pada hadits di atas disebutkan bahwa sebaik baik bid’ah adalah ini. Bid’ah yang dimaksud oleh beliau adalah bid’ah secara bahasa bukan secara syar’i, dikarenakan sejatinya amalan tersebut adalah amalan sunnah yang beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam sendiri melakukannya.

Pembaca yang semoga selalu dalam lindungan Allah ta’ala.

Sebagai kabar gembira buat kita bersama, bahwa amalan yang kita sekarang sedang terhalangi untuk mengamalkannya sejatinya kita tidak terluputkan begitu saja, namun kita masih mendapatkan pahala sempurna seperti biasanya. Hal ini dikarenakan keistiqamahan kita dalam beramal pada musim-musim amal sebelumnya. Berdasarkan hadits

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

Jika seorang hamba sakit atau melakukan safar (perjalanan jauh), maka dicatat baginya pahala sebagaimana kebiasaan dia ketika mukim dan ketika sehat.” (HR. Bukhari nomor. 2996)

Bekata Ibnul Hajar dalam syarah hadits di atas

وَهُوَ فِي حَقّ مَنْ كَانَ يَعْمَل طَاعَة فَمَنَعَ مِنْهَا وَكَانَتْ نِيَّته لَوْلَا الْمَانِع أَنْ يَدُوم عَلَيْهَا

Hadits di atas berlaku untuk orang yang ingin melakukan ketaatan, namun terhalang dari melakukannya. Padahal ia sudah memiliki tekad kuat, seandainya tidak ada penghalang niscaya amalan tersebut akan dijaga dengan rutin.” (Fath Al-Bari, jilid 7 halaman 168)

Maka dengan hadits ini bisa menjadi pelipur lara. Sedikit menaruh harapan, semoga kita bisa mendapatkan pahala sedia dulu kala.

Inilah di antaranya manfaat seorang senantiasa menjaga amalanya, dan itulah amalan yang paling dicintai Allah ta’ala sebagaimana disebutkan dalam hadits

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang paling dicintai oleh Allah ta’ala adalah amalan yang continue (terus menerus) walaupun jumlahnya sedikit.” Dari sahabiyah Aisyah radhiyallahu ‘anha. Diriwayatkan oleh Bukhari, no. 6465; Muslim, no. 783.

Allahu a’lam

Disusun oleh: Abu Muhammad Mukhlis semoga Allah menjaganya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.