Nasihat & Faedah

🔰 NASEHAT TERUNTUK PARA SANTRI 🔰 (BAGIAN 1)

Al Ustadz Abu Ubaidah Abdurrahman Hafizhahullah

إخوتي في الله أبنائي حفظكم الله وبارك الله فيكم ، أهلًا وسهلا ومرحبا بكم نازلتم سهلا وجعل الله الفردوس مثوانا ومثواكم

Segala puji tentunya hanya milik Allah Azza wa jalla yang telah memudahkan kita dan kalian semua untuk datang hadir sesuai tepat waktu di ma´had ini, yang tentunya hal itu semata kemudahan dari Allah Azza wa jalla.

Mungkin masih ada dari teman-teman kita, saudara-saudara kita yang belum bisa datang pada kesempatan awal waktu ini dikarenakan suatu udzur atau halangan yg lainya, maka ini semua menunjukkan karunia yg Allah Subhanahu wa ta´ala berikan kepada kalian, khususnya yang telah Allah mudahkan untuk melangkahkan dengan tujuan untuk menimba ilmu di ma´had ini.

Ikhwatifillah abnai hafizhakumullah perlu kita sadari dan pahami bahwasanya datangnya kalian ke ma´had ini tiada lain untuk suatu tujuan yang agung, tugas yang mulia, yg hal itu bukan semata-mata perintah orang tua kalian, tetapi disana ada yang jauh lebih besar nilainya untuk kita laksanakan, yakni duduknya kita dimajelis ilmu ini adalah perintah Allah Azza wa jalla.

Tidak ada daya dan upaya bagi kita, tidak bisa bagi kita menolak, tatkala Allah Subhanahu wa ta´ala perintahkan, sebagai sebuah perintah yang agung, bahkan mendapatkan keutamaan yg besar disisi Allah Subhanahu wa ta´ala.
Senantiasa harus kita ingat dan perhatikan, bahwasanya datangnya kita dimajelis ilmu untuk melaksanakan perintah yang besar dan mulia, yaitu Perintah Allah Subhanahu wa ta´ala melalui Rasulnya ‘alaihi sholatu wassalam, bukan semata karena perintah atau dorongan orang tua ataupun karena sebab lainya. Demikian pula senantiasa untuk kita perhatikan, bahwasanya datangnya kita ke lembaga ilmu dan ke majelis-majelis ilmu merupakan realisasi dari perintah Allah Azza wa jalla, maka tidak di ragukan bahwasanya hal itu termasuk ibadah, qurbah dan ketaatan hanya untuk Azza wa jalla, bentuk ketaatan, bentuk ibadah, yang tentu mendekatkan diri kita kepada Allah Subhanahu wa ta´ala.

Maka tatkala kalian menyadari ini semua, datangya kalian untuk menimba ilmu di tempat ini adalah ibadah, maka akan terasa ringan, tidak ada unsur keterpaksaan, tidak ada unsur intimidasi, mungkin sebelumnya merasa dipaksa atau ditakut-takuti oleh orang tua, tatkala kalian menyadari bahwasanya duduknya kalian dimajelis ilmu itu adalah ibadah, qurbah, ketaatan hanya untuk Azza wa jalla, yg seharusnya kita berpacu berlomba-lomba dalam amalan ini dan yg semisal dari amalan-amalan yg ternilai sebagai ibadah dan ketaatan serta qurbah kepada Allah Subhanahu wa Ta´ala.

وفي ذلك فليتنافس المتنافسون

Fastabiqul khoiroot, berlomba-lomba dalam bermajelis ilmu untuk mendapatkan kebaikan, sebagai mana yg kita ketahui ketika Ar-Rasul a’laihi sholatu wassalam menyatakan bahwasanya :

طَلَبُ الْعِلْمِ فريضة عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap muslim, demikian pula bagi setiap muslimah, menunjukkan satu diantara sekian kewajiban-kewajiban agama yang harus kita laksanakan adalah menuntut ilmu dan mempelajari ilmu agama. Sehingga yg perlu kita perhatikan dan ingat, hendaklah yg pertama kali menjadi dasar bagi kita dalam menuntut ilmu, tiada lain melainkan KEIKHLASAN, yaitu semata mengharap wajah Allah Azza wa jalla.

Duduknya kita disini ataupun ditempat majelis ilmu lain ialah untuk mendalami ilmu agama, mempelajari ilmu agama, maka dasarilah dan tancapkanlah dalam hati kalian yakni keikhlasan dalam mencarinya, keikhlasan dalam mempelajarinya, ikhlas sudah kalian ketahui yakni seorang beramal semata mengharap wajah Allah dan untuk menggapai Jannah Allah Subhanahu wa ta´ala, itulah ikhlas.

Sehingga tidak ada yang kita harapkan, tidak ada yang kalian cita-citakan melainkan semata untuk mengharapkan wajah Allah, untuk bisa melihat wajah Allah sebagai kenikmatan yang besar yang tiada tara, tiada banding, ketika seseorang bisa melihat wajah Allah Subhanahu wa ta´ala di yaumil qiyamati, demikian pula tatkala seseorang menggapai surga Allah Subhanahu wa ta´ala.

Itulah yang harus menjadi dasar kita di awal kiprah perjalanan kalian dalam menuntut ilmu, untuk terus memperhatikan dan mengobati keikhlasan dalam menuntut ilmu, menyingkirkan dan menjauhkan sejauh mungkin tujuan-tujuan yang jelek, kotor, dan keji, dari kesombongan, merasa tinggi diri dengan ilmu yang dimiliki, merendahkan yang lainya, ataupun bahkan untuk untuk menggapai tujuan duniawi, menginginkan kedudukan dan keuntungan di dunia ini.

Jangan..!

Tapi hendaklah semata-mata mengharap wajah Allah dan apa-apa yang disisi Allah Subhanahu wa ta´ala. dari kenikmatan berupa Jannah-nya.

Dikarenakan dalam seluruh ibadah yang Allah Subhanahu wa ta´ala perintahkan.

وما أمروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الدين

“Tidaklah mereka diperintahkan, selain untuk mengikhlaskan agama ini ..” (Al Bayyinah : 5)

Memurnikan semata-mata untuk Allah tidak ada tendensi-tendensi, tujuan-tujuan, keinginan-keinginan selain mengharap wajah Allah Subhanahu wa ta´ala, keridhoan Allah Subhanahu wa ta´ala.

(BERSAMBUNG)

📝Tim Redaksi
———————————————————
#Transkip_audio_ Nasehat teruntuk Para Santri
(Dengan penyuntingan kata tanpa mengurangi makna InsyaAllah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *